Tombol Tengah

CreepyPasta Indonesia

“Pak! Coba jelaskan pada kami apa yang terjadi?”

“Aku menekannya. Aku tak berniat menekannya, tetapi saya melakukannya.”

“Maaf, saya tidak mengetahui. Menekan apa?”

”Tombolnya. Tombol yang ada di tengah.”

“Tombol tengah dari apa?”

“Alat pembukanya. Aku tak sengaja menekannya, jariku terpeleset.”

“Kaprikornus begitu. Apa yang terjadi setelah anda menekan tombol itu?” 

“Awalnya tidak terjadi apa-apa …”

“Maaf Pak, mampu tolong jelaskan maksud Anda dengan ‘awalnya’ ?”

“Maksudku, saya tak melihat terjadi sesuatu.”

“Namun Anda tahu bahwa sudah terjadi sesuatu?”

“Aku merasakannya.”

“Anda merasakannya?”

“Ya.”

“Merasakan apa?”

“Rasa takut.”

“Kenapa?”

“Karena saya tak pernah menekan tombol tengah sebelumnya. Aku tak tahu apa fungsi tombol tengah itu.”

“Dan itu membuat Anda takut?”

“Ya, itu membuatku sangat ketakutan! Siapa tahu apa yang mau terjadi?”

“Saya mengetahui. Makara sehabis Anda mencicipi rasa takut ini, apa yang terjadi?”

“Pikiran irasional. Akan ada akibat yang timbul karena saya menekan tombol tengah itu.”

“Bisa Anda ceritakan seperti apakah pikiran irasional tersebut?”

“Umm, yah. Aku khawatir bahwa tombol itu akan membuka pintu dan seseorang akan lewat lalu masuk lewat pintu ke dalam rumahku. Lalu dia akan mencuri dan mengambil apapun yang mereka kehendaki. Lalu mereka akan diserang oleh penjagaku dan akan membunuhnya untuk mempertahankan diri.”

“Baik, tidak begitu jelas, namun saya memahami. Setelah fikiran irasional itu timbul di dalam kepala Anda, apa yang Anda kerjakan berikutnya?”

“Aku memutar balik. Aku harus kembali untuk memeriksanya. Aku harus menentukan apa yang tombol tengah itu kerjakan.”

“Apa yang terjadi dikala Anda memutar balik?”

“Pikiranku sedang semrawut balau dikala itu. Otakku dipenuhi rasa cemas dan rasa takut sehingga aku tak mengamati sekelilingku dikala memutar balik. Yang kupikirkan hanyalah konsekuensi menakutkan yang timbul akibat menekan tombol tengah itu. Aku tidak fokus dalam mengemudi dan berbalik mendadak. Aku tak berencana untuk menabrak perempuan tersebut. Aku tak mau dia mati. Namun saya mesti kembali!”

“Apa yang terjadi sehabis kecelakaan itu?”

“Aku lari.”

“Anda meninggalkan TKP?”

“Well, tidak. Sebenarnya saya berlari pulang. Aku harus memastikannya.”

“Pak, Anda sadar … walau yang terjadi yakni kecelakaan, tetapi meninggalkan TKP yakni kejahatan dan bisa dieksekusi serius?”

“Aku tahu! Aku tahu! KAU PIKIR AKU TIDAK TAHU HAL ITU? AKU TAK INGIN MENINGGALKANNYA UNTUK MATI DI SANA, NAMUN AKU TAK PUNYA PILIHAN LAIN! AKU HARUS TAHU!”

“Pak, turunkan nada bicara Anda! Apa yang terjadi ketika Anda kesannya hingga ke rumah?”

“Aku menemukannya dalam kondisi tertutup.”

“Apanya yang tertutup?”

“Pintunya. Pintu garasi! Garasiku tidak pernah membuka. Tombol itu tidak berfungsi apapun!”